"Theory of Constraints" dalam Filosofi Manajemen

 "Theory of Constraints" dalam Filosofi Manajemen

Oleh: Toman Sony Tambunan
(Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Pembelajar, Penulis Buku, Praktisi, Peneliti, Konsultan, Editor Buku, Reviewer Jurnal)

 "Theory of Constraints", menganggap organisasi sebagai rantai yang terdiri dari sejumlah tautan, atau jaringan rantai. Ketika dilihat sebagai sistem terbatas, semua mata rantai memainkan peran dalam memajukan tujuan. Setiap tautan sangat bergantung pada yang lain. Tapi seperti yang diharapkan rantai, hanya bisa sekuat diantara bagian terlemah yang dimilikinya.

Peningkatan dalam kinerja organisasi harus sebagai langkah awal menemukan tautan atau kendala terlemah dan memperbaikinya. Ini terdiri dari proses yang berbeda, tetapi terkait dan konsep yang saling terkait yang meliputi: langkah-langkah kinerja dan lima langkah fokus, proses berpikir logis, dan logistik. Oleh karena itu mengikuti bahwa jika setiap saat akan ada kendala, "Theory of Constraints"kemudian menggunakan proses fokus untuk menunjukkan kendala dan membuat perubahan pada organisasi untuk memperbaiki kendala.
"Theory of Constraints" ini telah berkembang dari suatu program perangkat lunak dasar penjadwalan produksi, menjadi pelengkap alat manajemen yang terintegrasi. "Theory of Constraints" ini mencakup tiga bidang yang saling berhubungan, yaitu: logistik/produksi, pengukuran kinerja, dan alat pemecahan masalah/berpikir.
"Theory of Constraints" menekankan bahwa kinerja keseluruhan di tingkat organisasi, hanya dapat baik dan efektif, bila tautan terlemahnya dapat dikendalikan melalui perbaikan. Artinya, peningkatan dalam kinerja organisasi harus sebagai langkah awal guna menemukan tautan atau kendala yang menjadi titik terlemah, dan mau memperbaiki kendala/kelemahan itu.
Setiap organisasi yang kecil maupun yang besar, pasti akan memiliki suatu kendala sebagai kelemahan, sehingga dalam konteks "Theory of Constraints", akan ada upaya menggunakan proses fokus untuk menunjukkan/mengetahui berbagai kendala/kelemahan yang dimiliki, dan membuat perubahan pada organisasi untuk memperbaiki kendala/kelemahan tersebut.

Catatan: 10 Juli 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar