"Pembelajaran Asinkron"
Oleh: Toman Sony Tambunan
(Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Pembelajar, Penulis Buku,
Praktisi, Peneliti, Konsultan, Editor Buku, Reviewer Jurnal)
Pembelajaran asinkron dapat disamakan dengan pendekatan ’Massive Open Online Courses (MOOC)’, yaitu sistem pembelajaran berupa kursus atau proses pembelajaran berbasis online (dalam jaringan) yang diselenggarakan secara besar-besaran dan terbuka dengan tujuan untuk memungkinkan partisipasi tanpa batas yang dapat diakses melalui platform web. Lembaga kursus atau institusi pendidikan dapat menyediakan media platform web untuk menyampaikan bahan/materi belajar sehingga mudah diakses oleh semua pihak, baik diperoleh secara gratis maupun dengan berbayar.
Kebaikan dari metode pembelajaran asinkron, diantaranya adalah: Pertama, Fleksibilitas artinya setiap individu dapat mengakses bahan ajar/materi belajar sesuai waktu dan kebutuhannya. Kedua, Belajar secara mandiri artinya setiap individu dapat memperoleh bahan ajar/materi belajar sendiri, tanpa bersaing dengan peserta didik/siswa lainnya. Setiap individu bisa melakukan pembelajaran secara mandiri. Ketiga, Tersedia berbagai pilihan artinya setiap individu bebas memilih dan menentukan materi belajar yang dibutuhkanya. Sementara, kelemahan dari metode pembelajaran asinkron, diantaranya adalah: Pertama, Impersonal artinya proses pembelajaran hanya bersifat mandiri, tanpa ada sentuhan kolaborasi, kerja sama, tanpa motivasi dari pihak lain, dan tidak langsung mendapatkan umpan balik. Kedua, Dukungan disiplin yang tinggi artinya setiap individu yang belajar secara mandiri akan membutuhkan banyak disiplin maupun waktu untuk berusaha menarik/mempengaruhi Anda agar mau membaca materi. Karena tidak ada pihak lain yang turut membimbing dalam proses belajar, maka kemungkinan besar seseorang akan mudah menyerah, malas, dan akhirnya tidak mau termotivasi untuk belajar kembali.
Catatan: 10 Juli 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar