Pembelajaran Sinkron

 "Pembelajaran Sinkron"

Oleh: Toman Sony Tambunan
(Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Pembelajar, Penulis Buku, Praktisi, Peneliti, Konsultan, Editor Buku, Reviewer Jurnal)

 Pendidikan berbasis online (dalam jaringan) semakin dibutuhkan pada era digital saat ini. Pembelajaran dalam jaringan (daring) menjadi alasan penting bagi seluruh pihak untuk lebih cepat, dan fleksibel dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berbasis elektronik (E-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran dan pengajaran berbasis online yang didukung oleh teknologi jaringan. Cara seseorang dalam proses pembelajaran, baik berperan sebagai tenaga pengajar yang melaksanakan kegiatan pengajar, maupun peserta didik yang mengikuti proses belajar melalui media web dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu: ”Sinkron”, dan ”Asinkron”.


Pembelajaran sinkron terjadi bilamana ada pertemuan langsung dalam waktu nyata. Pertemuan antara tenaga pengajar, dan sesama peserta didik yang berkomunikasi satu sama lain melalui media online untuk mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran sinkron dapat terlaksana, bila tenaga pendidik dan peserta didik secara bersama-sama berinteraksi langsung dalam waktu yang sama. Pembelajaran sinkron dapat dikategorikan pada pendekatan kelas tradisional. Pembelajaran sinkron memungkinkan peserta didik untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada tenaga pendidik atau sesama rekan siswa lainnya melalui pesan singkat di media aplikasi, maupun berinteraksi langsung. Metode yang memungkinkan pembelajaran sinkron, adalah konferensi video, obrolan langsung atau streaming langsung yang difasilitasi dengan penggunaan media seperti: Pertama, Zoom, merupakan aplikasi yang bisa dipakai untuk melakukan meeting online atau telekonferensi. Kedua, Google Hangouts Meet, merupakan aplikasi percakapan berbasis online milik Google yang mampu melakukan panggilan video dengan kapasitas 250 pengguna sekaligus dalam sekali panggilan video. Aplikasi ini dibekali dengan beberapa fitur Google, seperti dapat menampilkan caption secara otomatis dengan teknologi text-to-speec, dan jadwal meeting yang terintegrasi dengan Google Calendar. Ketiga, Skype, merupakan aplikasi milik Micrsoft yang dapat menampung 25 orang untuk bertatap muka secara online dalam satu kali panggilan. Aplikasi ini juga menyediakan media percakapan berbasis teks secara individu maupun grup. Keempat, Slack merupakan aplikasi percakapan berbasis grup yang bisa digunakan untuk berkomunikasi maupun berbagi dokumen. Kelima, Cisco Webex, merupakan aplikasi berbasis panggilan video dengan dukungan fasilitas screen sharing, Google Asistant, dan Google Home Hub. Setiap individu bisa berkomunikasi berbasis dalam jaringan (daring) melalui tautan, mengikuti pertemuan langsung dengan pihak lain melalui webcam, serta berbagi atau mengambil alih layar melalui screen sharing.
Kebaikan dari metode pembelajaran sinkron melalui media aplikasi, diantaranya adalah: Pertama, Interaktif artinya setiap individu dapat melakukan diskusi aktif atau komunikasi langsung secara antar pribadi, berdasarkan kecepatan belajar. Kedua, Motivasi artinya setiap individu menjadi termotivasi untuk bekerja dengan cara yang lebih fokus dan produktif. Sementara, kelemahan dari metode pembelajaran sinkron melalui media aplikasi, diantaranya adalah: Pertama, Dibutuhkan satu kerangka waktu artinya dalam proses pembelajaran mengharuskan setiap orang untuk mengikuti dengan baik pada waktu yang sama. Kedua, Persyaratan Teknis artinya untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran sinkron yang sukses, maka setiap individu harus memiliki koneksi internet yang memadai, dan fasilitas pendukung perangkat lainnya.



Catatan: 10 Juli 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar