"Lima-Besar" Dimensi Kepribadian

 "Lima-Besar" Dimensi Kepribadian

Oleh: Toman Sony Tambunan
(Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Pembelajar, Penulis Buku, Praktisi, Peneliti, Konsultan, Editor Buku, Reviewer Jurnal)

 Hubungan antara kepribadian dan beberapa indikator keberhasilan pekerjaan (seperti kinerja, kepuasan, gaji, dan status) telah mendapatkan banyak perhatian dalam psikologi industri di abad yang lalu. Istilah 'kesuksesan kerja' telah didefinisikan sebagai "hasil psikologis positif dan yang terkait dengan pekerjaan diakumulasikan sebagai hasil dari pengalaman kerja seseorang".

Sebagai salah satu indikator keberhasilan pekerjaan yang paling penting, kinerja pekerjaan seorang karyawan dapat didefinisikan sebagai pencapaian kuantitas dan kualitas individu dari tugas atau tugas pekerjaan tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dengan tetap menghormati standar organisasi dan waktu yang ditetapkan. Selain itu, ini menjelaskan cara dia menggunakan sumber daya dan waktu yang tersedia dan energi yang dia habiskan untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Singkatnya, kinerja pekerjaan menggambarkan seberapa baik kinerja seorang karyawan dalam pekerjaannya. Karenanya, kinerja pekerjaan mencerminkan tingkat efektivitas seseorang dalam melakukan tugas dan tugas pekerjaan tertentu dan diukur sehubungan dengan pekerjaan tertentu.
Indikator penting lain dari keberhasilan pekerjaan adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja sebagai "keadaan emosi positif yang dihasilkan dari penilaian pekerjaan seseorang." Kepuasan kerja dapat dikaitkan dengan motivasi, perasaan pribadi dan emosi terhadap pekerjaan dan seluruh organisasi, dan kepribadian (ciri-ciri dari kepribadian karyawan). Ini terutama terkait dengan kinerja pekerjaan karena kinerja tinggi dapat menimbulkan kepuasan dan kepuasan mungkin dapat mengarah pada kinerja yang lebih tinggi.
Selain itu, kinerja individu umumnya ditentukan oleh lima faktor kepribadian, yaitu:
Pertama, "Hati Nurani", dimana faktor ini menggambarkan seberapa banyak seseorang disiplin, patuh, pekerja keras, terorganisir, dan terencana dengan baik.
Kedua, "Neuroticism", dimana faktor ini menunjukkan bahwa kepribadian seseorang ditandai oleh kecemasan, kegugupan, dan lekas marah yang tinggi. Orang neurotik memiliki tingkat emosi negatif yang tinggi seperti kecemasan, khawatir, temperamen buruk, depresi dan rasa bersalah.
Ketiga, "Extraversion", dimana faktor ini ditandai oleh kemampuan bersosialisasi. Orang-orang yang berkecukupan sangat ramah, mereka suka menghadiri pesta dan acara sosial lainnya dan mereka punya banyak teman. Mereka memiliki kemampuan hebat untuk berbicara dan mengekspresikan emosi dan mereka dapat berkomunikasi dengan mudah dengan orang-orang.
Keempat, "Keterbukaan terhadap Pengalaman", dimana faktor ini menunjukkan seberapa besar seseorang terbuka untuk pengalaman dan ide baru. Orang yang terbuka selalu berusaha untuk belajar pengalaman baru dan berinovasi ide-ide baru. Ia memiliki pikiran dan imajinasi yang aktif dan ia memiliki rasa ingin tahu dan perhatian yang besar untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan baru.
Kelima, "Agreeableness", dimana faktor ini menggambarkan apakah seseorang ramah atau menyenangkan orang lain. Orang yang menyenangkan memiliki karakter yang menyenangkan, pada dasarnya baik, dapat dipercaya, kooperatif, hangat, dan siap membantu dan mendukung orang lain.

Catatan: 10 Juli 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar