Skema Pemulihan UMKM Masa Pandemi Covid-19



"Skema Pemulihan UMKM Masa Pandemi Covid-19"

Oleh: Toman Sony Tambunan
(Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Pembelajar, Penulis Buku, Praktisi, Peneliti, Konsultan, Editor Buku, Reviewer Jurnal)

Seperti diketahui bersama, bahwa Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang negatif bagi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dampak yang buruk bagi pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Untuk mengatasi keterpurukan sektor UMKM pada masa Pandemi Covid-19, memaksa para pelaku UMKM harus memiliki daya kreatif dan inovatif untuk mendukung pengembangan UMKM, dan juga mampu menciptakan banyak peluang usaha baru. Melalui kreatifitas, akan tercipta diferensiasi produk-produk unggulan UMKM.
Peluang usaha baru yang dapat diciptakan, diantaranya adalah:
Pertama, Usaha yang yang meningkatkan kualitas hidup atau produk yang bersifat natural.
Kedua, Program 'Swasembada produk', yang biasa diimpor. Misal: kedelai dan gandum yang selama ini banyak diimpor dari luar negeri.
Ketiga adalah usaha yang mendukung bisnis lain yang sudah ada terlebih dahulu. Misal, daur ulang sampah organik untuk menghasilkan pupuk.
Beberapa strategi yang bisa dilakukan pelaku UMKM untuk menjadi besar dan mengisi permintaan pasar domestik maupun internasional secara konsisten, antara lain adalah:
Pertama, Berinovasi dengan teknologi untuk menciptakan produk unggulan dan berskala besar (go for big productivity).
Kedua, Kolaborasi dengan produsen yang sama atau kolaborasi dengan warga sekitar untuk terlibat dalam proses produksi.
Ketiga, Menciptakan sistem yang bisa diduplikasi untuk berkolaborasi di daerah lain.
Dalam program ini, pelaku UMKM tidak hanya mengembangkan satu produk semata, tapi bisa dikombinasikan dengan kegiatan usaha lain, misalnya bertani padi dengan memelihara ikan, beternak kambing dan wisata alam.
Dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia saat ini, potensi pengembangan usaha UMKM yang cukup besar adalah untuk produk pangan. Para pelaku UMKM bisa melirik usaha yang bergerak penghasil produk pangan.
Daerah yang memiliki potensi unggulan berupa perkebunan kelapa, bisa dikembangkan bahan baku dari kelapa, menjadi suatu produk yang memiliki nilai manfaat misalnya aneka makanan, buah kelapa muda, virgin coconut oil (VCO), berbagai produk kerajinan tangan, dan lain sebagainya.
Daerah yang memiliki potensi unggulan berupa perkebunan teh, dan buah-buahan lainnya, bisa dikembangkan menjadi UMKM Ecotourism.
Daerah yang memiliki potensi unggulan berupa peternakan sapi, domba dan perikanan, bisa dikembangkan menjadi UMKM "mix-farming".

Catatan: 10 Juli 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar