"Learning Management System, Pendekatan Fungsi"
Oleh: Toman Sony Tambunan
(Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Pembelajar, Penulis Buku,
Praktisi, Peneliti, Konsultan, Editor Buku, Reviewer Jurnal)
Beberapa contoh Learning Management System (LMS) berlisensi yang dapat digunakan dalam mendukung proses pembelajaran berbasis aplikasi digital adalah Moodle, Dokeos, ATutor, Docebo, Claroline, Chamilo, dan OLAT.
Aplikasi Learning Management System (LMS) berlisensi umumnya menyediakan berbagai fitur unggulan, diantaranya:
Pertama, User Interface (antarmuka) yang mudah digunakan, menarik, mudah diakses, dan mudah untuk dipahami oleh penggunanya.
Kedua, Pendaftaran melalui online, dimana fitur ini memudahkan setiap peserta didik untuk mendaftarkan dirinya secara online melalui laman Learning Management System (LMS), serta dapat melihat silabus (pedoman/tatanan proses pembelajaran) yang sudah dipersiapkan oleh tenaga pendidik.
Ketiga, Kelas Maya/Online adalah kelas yang menyajikan proses pembelajaran dalam jaringan, tanpa mewajibkan pertemuan tatap muka langsung.
Keempat, Ruang Diskusi merupakan fitur untuk mendukung pengembangan belajar mengajar melalui ruang diskusi yang bisa dimanfaatkan tenaga pengajar dalam menyampaikan materi belajar secara lebih terperinci.
Kelima, Kuis dan Ujian melalui Online merupakan fitur untuk mendukung pendistribusian soal tugas atau ujian kepada para peserta didik.
Keenam, Laporan merupakan fitur untuk memudahkan tenaga pendidik untuk melakukan pengawasan perkembangan para peserta didiknya.
Catatan: 10 Juli 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar